Cafe Bisnis Online

Archive for the ‘Pasar Modal’ Category

Dirut dan Komisaris Independen Tiphone Mundur

INILAH.COM, Jakarta – PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menyatakan direktur utama dan komisaris independen telah mengundurkan diri.

Demikian mengutip keterbukan informasi yang diterbitkan BEI, Rabu (22/2/2012). Pengunduran diri dilakukan oleh Garuda Sugardo selaku direktur utama merangkap direktur dan Widya Purnama sebagai komisaris independen.

Widya Purnama mengundurkan diri sebagai komisaris independen karena aturan pemerintah bahwa komisaris di perusahaan BUMN tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai komisaris di perusahaan lain. Pengunduran diri dilakukan pada 2 Januari 2012. Sementara Garuda Sugardo mengundurkan diri karena ada kesibukan lain sejak 24 Januari 2012. Garuda diangkat menjadi dirut sejak 18 Agustus 2011.

Perseroan akan mengusulkan pengganti keduanya pada RUPSBL tanggal 9 Maret 2012. Untuk pengganti Widya Purnama diusulkan Lukman Hadikusumo untuk menjadi komisaris independen. Perseroan juga akan mengusulkan Tan Lie Pin sebagai pengganti Garuda Sugardo menjadi direktur utama.

Minyak Meroket, Investor Tarik Diri

INILAH.COM, Jakarta – Rupiah dan IHSG kompak mendarat pada teritori negatif. Euporia bailout Yunani mereda dan kecemasan pasar atas lonjakan harga minyak jadi pemicunya.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, rupiah hanya melemah tipis dan secara keseluruhan pergerakannya sideways. Menurutnya, sideways-nya pergerakan rupiah hari ini salah satunya karena terbawa arus datarnya pergerakan mata uang utama yang bahkan ada beberapa mata uang yang terkoreksi termasuk euro.

Padahal, meski euro masih terpengaruh oleh euforia disepakatinya bailout untuk Yunani senilai 130 miliar euro, euforia itu sudah mereda secara keseluruhan pada market global. “Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.060 dan 9.020 per dolar AS sebagai level terkuatnya dari posisi pembukaan di level yang sama,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/2).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (22/2) ditutup melemah tipis 5 poin (0,05%) ke level 9.055/9.065 per dolar AS dari posisi kemarin 9.050/9.060.

Kondisi itu, lanjut Daru, mendorong para investor untuk tidak melakukan pengambilan posisi terlebih dahulu. “Sebab, pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari penanganan masalah krisis utang Yunani meski bailoutnya sudah disetujui para menteri keuangan zona euro,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Daru, pasar juga mencemaskan kenaikan harga minyak mentah dunia. Perhatian pasar, fokus pada negara Iran yang menghentikan pasokan minyak ke Eropa seiring embargo yang dijalankan Uni Eropa. “Kebijakan ini membuat harga minyak langsung melonjak di atas US$106 per barel,” ucap dia.

Daru menjelaskan, jika harga minyak melonjak, dikhawatirkan bisa membuat perekonomian Eropa dan AS semakin terkikis sehingga berimbas negatif ke kawasan Asia. Karena itu, para investor sedikit demi sedikit menarik diri dari pasar. “Atau, paling tidak tidak menambah posisi. Karena itu, rupiah melemah tipis hari ini. Ini juga yang terjadi di bursa saham,” ucapnya.

Alhasil, dolar AS stagnan terhadap mayoritas mata uang utama. Indeks dolar AS bertahan di level 78,07. “Tapi, terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) dolar AS ditransaksikan menguat tipis ke level US$1,3228 dari sebelumnya US$1,3237 per euro,” imbuh Daru.

Dari bursa saham, pengamat pasar modal Gina Novrina Nasution mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 7,93 poin (0,20%) ke level 3.995,024 merupakan anomaly. Kondisi ini dipicu oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang didengungkan oleh Presiden Yudhoyono.

Minyak Dunia Melemah di Asia

INILAH.COM, Singapura – Minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Rabu (22/2/2012) di Asia setelah data manufaktur China melemah.

Minyak AS jenis light sweet melemah 15 sen menjadi US$106,10 per barel melalui transaksi elektonik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman April. Sementara minyak jenis Brent turun 22 sen menjadi US$121,44 per barel di London. Demikian mengutip cnbc.com.

Pada bulan Februari, data manufaktur China mengalami kontraksi. Hal ini ditandai dengan menurunnya pesanan ekspor karena krisis Eropa. Hal ini akan menurunkan permintaan pasokan minyak dunia dari konsumen terbesar kedua tersebut.

“Harga mulai terkoreksi setelah mendapat dorongan dari bailout Yunani dan kabar penghentian ekspor minyak Iran ke Inggris dan Prancis, ” kata Tony Nunan, di Mitshubishi Corp.

Pasar komoditas mengalami reli pada Selasa kemarin setelah Uni Eropa menyetujui bailout Yunani senilai 130 miliar euro. Namun tetap terjadi kekhawatiran terhadap komitmen Yunani melakukan reformasi anggaran. Hal ini memicu risiko jangka panjang yang berpotensi gagal bayar.

Perkembangan terakhir beberapa pengimpor minyak dari Iran seperti China, India dan Jepang sudah merencanakan untuk memangkas pembelian minyak dari Iran hingga 10%.

Perusahaan Kimia Belanda Bidik Saham LTLS?

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Lautan Luas Tbk (LTLS) berpotensi terangkat menembus level Rp1.500 dalam jangka pendek.

Hal ini terkait kabar perusahaan kimia terbesar Belanda yang berniat membeli saham perseroan. Selain itu, rencana perseroan mengintegrasikan 21 anak usaha di sektor manufaktur guna mendukung ekspansi di pasar ekspor juga akan ikut mendongkrak saham LTLS.

Pada perdagangan kemarin, saham LTLS ditutup naik Rp40 ke level Rp930.

Wall Street Berpotensi Positif

INILAH.COM, New York – Bursa saham Wall Street pada perdagangan Selasa (21/2/2012) diprediksi akan menguat setelah menteri keuangan Uni Eropa menyetujui bailout untuk Yunani.

Para Menteri Keuangan Zona Euro, setelah 13 jam pembicaraan, akhirnya merampungkan langkah-langkah untuk memotong utang Yunani sebesar 120,5 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2020, sedikit di atas target. Paket ini, untuk mengamankan bailout tahap II Yunani selama kurang lebih 2 tahun dan memenuhi pelunasan obligasi bulan depan.

Pasar akan mencermati saham Home Depot yang laba per saham diprediksi 42 sen. Saham Wal-Mart yang akan melaporkan laba sebelum pembukaan pedagangan. Saham Kraft Food yang juga akan mengumumkan pendapatan kuaral IV. Saham Dell akan merilis kinerja pada Selasa sore. Demikian mengutip yahoofinance.com.

Bailout Yunani telah mendorong investor di bursa Eropa melakukan profit taking. Indeks FTSE turun 0,3%, indeks DAX turun 0,6%, indeks CAC turun 0,5%. Sementara bursa Asia mayoritas menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,2%, indeks Nikkei turun 0,2%, indeks Shanghai turun 0,7%, indeks ASX naik 0,8%.

Pada akhir pekan lalu, Wall street bergerak mixed dengan indeks Dow Jones menguat 0,3%, indeks Nasdaq turun 0,2% dan indeks SP naik 0,2%.