Ikuti Info Bisnis Online Terbaru

Powered by Blogger.

Saturday, January 9, 2021

Analisa dan Peluang Usaha Bengkel Motor

  Poor Man       Saturday, January 9, 2021
Usaha bengkel motor memiliki peluang menjanjikan. Analisa untuk bisnis ini juga memperlihatkan lahan keuntungan dengan pasar yang meluas. Terutama dengan semakin meningkatnya penggunaan sepeda motor di Indonesia.
Analisa dan Peluang Usaha Bengkel Motor

Sumber: Pixabay

Berdasarkan himpunan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang disunting di awal Januari 2020 lalu, hingga tahun 2018 jumlah sepeda motor di Indonesia sebanyak 137,7 juta unit. Capaian angka tersebut dipastikan terus mengalami peningkatan hingga 12 persen setiap tahunnya.

Di sisi lain, bengkel sepeda motor yang ada di Indonesia diperkirakan kurang dari 5% dari angka tersebut. Baik itu bengkel sepeda motor resmi sampai skala kecil. 

Data perbandingan antara jumlah sepeda motor dan juga bengkel yang ada di Indonesia di atas memastikan peluang usaha ini masih sangat besar. 

Peluang usaha bengkel motor dan sparepart dipastikan pula akan terus berkembang di masa depan.

Perbandingan Usaha Bengkel Motor Resmi, Tidak Resmi, dan Waralaba

Ketika membahas mengenai bisnis bengkel motor, yang terbayang sepertinya usaha resmi yang dibawahi produsen otomotif ternama. Padahal sebenarnya bisnis bengkel memiliki lingkup yang luas sehingga bukan hanya terbatas pada bisnis motor resmi saja.

Untuk memulai bisnis bengkel sepeda motor bisa memilih antara resmi dari produsen otomotif ternama, tidak resmi yang berarti berdiri sendiri, hingga jenis bengkel waralaba. Masing-masing jenis usaha bengkel ini memiliki keuntungan dan juga kerugian masing-masing.

Bisnis Bengkel Motor Resmi

Usaha bengkel dikatakan sebagai resmi ketika berada di bawah naungan produsen otomotif. Jenis bengkel resmi ini sebenarnya memiliki sistem yang nyaris sama dengan waralaba atau franchise.

Perbedaan terbesar antara bisnis bengkel resmi dan waralaba terletak pada pasokan suku cadang yang diberikan. Pada bisnis bengkel motor resmi, produsen akan secara langsung memasok suku cadang. Jadi sparepart yang disediakan di bengkel ini sudah terjamin keasliannya.

Selain itu bengkel motor resmi juga biasanya hanya melayani service atau perbaikan dari produsen tersebut saja.

Meski bengkel motor resmi memiliki sistem yang nyaris sama dengan waralaba, namun terdapat perbedaan mencolok antara keduanya.

Contoh untuk bengkel motor resmi misalnya AHASS Honda, Yamaha, dan sebagainya.


Jenis Bengkel Motor Resmi

Bengkel motor resmi biasanya terdiri dari 3 jenis berbeda, yang disesuaikan dengan jaringan dari produsen dan merk tersebut. Diantaranya: 

1. Dealer
Jaringan bengkel dealer memiliki fungsi untuk jual dan beli kendaraan bermotor. Jaringan bengkel dealer ini memiliki hak resmi untuk menjual sepeda motor rilisan produsen tersebut. Misalnya untuk bengkel dealer resmi Honda, berhak untuk melakukan jual beli kendaraan sepeda motor produksi Astra Honda Motor ( AHM ). 

2. Bengkel
Jaringan dengan status bengkel memiliki hak untuk melakukan perawatan dan service resmi. Perawatan dan juga service dari bengkel resmi ini akan tercatat dalam Kartu Perawatan Berkala (KPB) kendaraan.

3.Sparepart
Untuk bengkel dengan jaringan ini akan berhak untuk menjual suku cadang resmi dan juga asli dari produsen tersebut. Untuk bengkel Honda resmi misalnya, jaringan spare part dapat menjual suku cadang Honda Genuine Part (HGP).

Paket usaha bengkel motor resmi dapat memiliki ketiga jaringan tersebut di atas. Bisa juga bengkel tersebut hanya berjenis sparepart dan dealer, atau hanya bengkel service dan sparepart saja.

Keuntungan Bengkel Motor Resmi

Usaha bengkel motor resmi sudah tentu memiliki berbagai kelebihan. Setidaknya bila dibandingkan dengan bengkel tidak resmi atau waralaba. Keuntungan usaha bengkel motor resmi ini diantaranya seperti:
  1. Produsen, sebagai Main Dealer memberikan desain eksterior dan interior untuk tampilan bengkel. 
  2. Mekanik dan juga staff bengkel resmi akan mendapatkan pembekalan latihan. Sehingga kemampuan dan kualitas staf serta mekanik akan sesuai standar.
  3. Jaminan keaslian dan ketersediaan suku cadang.
  4. Harga suku cadang diberikan diskon. Serta menggunakan Harga Eceran Tertinggi (HET).
  5. Main Dealer akan melakukan pengawasan dan pembinaan demi memastikan standar kualitas bengkel.
  6. Sudah memiliki nama besar dari produsen dan juga Main Dealer.

Kerugian Bengkel Motor Resmi

Selain keuntungan, sudah pasti ada beberapa hal yang menjadi kerugian dari bengkel motor resmi. Berikut ini diantaranya:
  1. Hanya bisa melayani merek dari produsen tersebut saja.
  2. Harga ditentukan oleh Main Dealer.
  3. Persyaratan lebih sulit dari pada membuka bengkel waralaba dan tidak resmi.
  4. Modal usaha lebih besar.
Jaminan kualitas memang menjadi keuntungan utama untuk bengkel motor resmi. Di sisi lain, terbatasnya pasar konsumen menjadi kendala dan juga kerugian utama dari tipe bengkel satu ini.

Bisnis Bengkel Tidak Resmi

Dibandingkan dengan bengkel motor resmi, bisnis tidak resmi memiliki target pasar lebih luas. Selain itu juga kebebasan dalam mengembangkan usaha. Tanpa adanya batasan dari Main Dealer atau produsen.

Meski begitu, tetap ada beberapa kekurangan dan keuntungan lain dari usaha bengkel motor tidak resmi ini.

Keuntungan Bengkel Motor Tidak Resmi

  1. Bebas mengembangkan bisnis.
  2. Bila bengkel waralaba dan jaringan resmi harus sesuai dengan ketentuan serta standarisasi, maka pemilik bengkel motor tidak resmi leluasa menggunakan strategi usaha sendiri.
  3. Target dan pangsa konsumen lebih luas.
  4. Dapat menentukan sendiri kualitas layanan hingga sparepart yang dipasarkan.
  5. Bebas menentukan harga dan mengambil keuntungan.
  6. Dapat memperoleh suku cadang dari berbagai produsen berbeda.

Kerugian Bengkel Motor Tidak Resmi

  1. Tidak ada standarisasi kualitas yang akan jadi jaminan untuk konsumen.
  2. Keaslian suku cadang kerap kali membuat konsumen serta pelanggan ragu.
  3. Menggunakan nama sendiri, tanpa waralaba atau produsen/Main Dealer sehingga proses pemasaran juga harus lebih gencar dilakukan.

Bisnis Bengkel Waralaba

Seperti disinggung di atas, bisnis bengkel waralaba memiliki sistem nyaris sama dengan bengkel resmi. Hanya saja untuk franchise bengkel motor bisa melayani konsumen lebih luas. Tidak hanya dari produsen tertentu saja seperti pada bengkel motor resmi.

Keuntungan dan kerugian yang didapatkan dari bengkel motor waralaba ini tidak jauh berbeda juga dengan bengkel resmi.

Kedua jenisnya akan mendapat standarisasi. Hanya saja untuk bengkel waralaba, standarisasi tidak didapatkan dari produsen. Melainkan dari Main Dealer.

Bengkel waralaba akan menggunakan nama besar franchise. Sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen serta pelanggan.

Kegiatan promosi, pemasaran, pelatihan mekanik serta staf sampai juga izin usaha juga lebih mudah dibandingkan dengan bengkel motor tidak resmi.

Untuk kerugiannya, bengkel motor waralaba tidak juga selalu menyediakan suku cadang asli. Bila pun menyediakan suku cadang asli, harga yang didapatkan berbeda dengan untuk bengkel motor resmi yang langsung dari produsen.

Bisnis Bengkel Waralaba

Sumber: Pixabay

Analisa Usaha Bengkel Motor

Baik itu bengkel motor resmi, tidak resmi sampai waralaba memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Masing-masing juga membutuhkan upaya serta usaha yang berbeda.

Analisa usaha bengkel motor penting sekali mempertimbangkan beberapa hal.

Di bawah ini akan diulas secara mendalam.

1. Lokasi Terbaik Bengkel Motor

  • Lokasi untuk bengkel motor tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan. Sekaligus skala dari usaha tersebut. Selain itu, beberapa lokasi terbaik untuk bengkel motor diantaranya seperti:
  • Di pinggir jalan raya besar
  • Area perumahan atau tempat tinggal
  • Area kampus atau sekolah
  • Area perkantoran
  • Jalan raya dengan lalu lintas padat
  • dan sebagainya.
Contoh mudah untuk menentukan lokasi bengkel sepeda motor adalah dengan menentukan jenis dan skala. Misalnya saja Anda akan membuka bengkel motor tidak resmi, dengan jenis untuk service dan juga jual suku cadang. Skala usaha yang akan dijalankan menengah.

Lokasi tepat untuk jenis usaha bengkel tersebut antara lain di area perumahan, kampus atau sekolah dan juga perkantoran. Bisa juga di pinggir jalan utama.

Sedangkan bila hendak membuka usaha bengkel motor resmi yang memiliki jaringan dealer, service, dan juga jual beli sparepart. Maka lokasi terbaik di pinggir jalan raya besar. Sehingga memudahkan juga untuk konsumen.

2. Menentukan Tenaga Ahli Untuk Bengkel Motor

Tenaga ahli di bengkel motor dibagi dalam beberapa bagian. Paling utama tentu saja tenaga ahli mekanik. Anda bisa membagi tenaga mekanik ini berdasarkan tingkatan kemampuan dan keahlian masing-masing. Sehingga kualitas pekerjaan yang diberikan bisa maksimal.

Untuk jumlah tenaga ahli yang digunakan ditentukan pada skala bengkel serta banyaknya pelanggan dan konsumen setiap hari atau minggunya.

3. Modal Usaha Bengkel Motor

Untuk memulai usaha tentu tidak akan terlepas dari modal. Modal usaha bengkel mobil dan motor sebenarnya tidak jauh berbeda. Anda juga sebaiknya menentukan besaran modal usaha berdasarkan dari jenis bengkel, jaringan, serta skala.

Pada jenis bengkel motor resmi, modal yang dibutuhkan awal antara Rp 75 juta sampai 100 juta. Modal tersebut tidak termasuk untuk lokasi serta lahan usaha. Melainkan hanya kebutuhan mendapat izin dan kerjasama dengan produsen serta Main Dealer.

Bengkel motor franchise juga memiliki modal yang tidak jauh berbeda. Kedua jenis usaha bengkel ini membutuhkan standar tersendiri dari Main Dealer. Sehingga modal juga akan ditentukan.

Sedangkan untuk bengkel tidak resmi, modal usaha bengkel motor dibedakan menjadi beberapa bagian:

  • Sewa Lahan dan Gedung
Harga sewa lahan dan gedung atau ruko untuk bengkel tergantung pada lokasi dan daerah masing-masing. Selain untuk biaya sewa, penting diperhatikan juga modal renovasi bengkel.
Selain itu juga biaya modal perbaikan area yang akan digunakan untuk service, penjualan, sampai kantor management.

  • Ijin Usaha 

Bengkel waralaba dan resmi biasanya sudah termasuk dengan biaya untuk ijin usaha. Sedangkan untuk bengkel tidak resmi, perhatikan juga berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk mendapat ijin usaha.

  • Peralatan Umum dan Khusus
Usaha bengkel sudah tentu tidak akan terlepas akan kebutuhan peralatan. Perhitungan modal untuk usaha bengkel motor dibagi pada peralatan umum dan khusus.

Peralatan umum diantaranya seperti tang, palu, berbagai jenis kunci, obeng, gergaji, dan lain-lain. Sedangkan untuk peralatan khusus seperti kompresor, lifting, bor, dan gerinda.

Sesuaikan kebutuhan peralatan dengan jenis serta skala bengkel yang akan didirikan.

Untuk estimasinya, peralatan di bengkel akan membutuhkan modal antara Rp 5-7 juta. Tergantung pada kualitas dan juga banyaknya peralatan yang akan diperlukan.

  • Pelumas dan Parts 

Kedua kategori ini juga wajib ada dalam perhitungan modal. Meski misalnya bengkel yang akan didirikan tidak menyediakan penjualan sparepart.

Pelumas, minyak dan juga berbagai parts sepeda motor seperti baut, panel-panel kecil, karburator, busi, kampas dan lain-lain pasti akan dibutuhkan pada proses service atau perbaikan. Perputaran modal kedua kategori ini sangat cepat. Sehingga harus disediakan dalam bengkel.
  • Operasional
Biaya lain untuk modal merupakan operasional. Biaya operasional ini mulai dari pembayaran untuk mekanik dan karyawan. Sampai biaya listrik, air serta telepon.

Saat menghitung modal, biaya operasional sebaiknya disediakan minimal untuk 3 bulan ke depan. Sehingga bengkel bisa dipastikan berjalan selama 3 bulan dengan biaya operasional yang sudah disediakan.

Sebagai gambaran, modal usaha bengkel motor yang akan dibutuhkan sekitar:

Biaya sewa gedung/lahan sekaligus renovasi: Rp 50.000.000

Biaya peralatan umum dan khusus: Rp 7.000.000

Biaya penyediaan parts dan pelumas: Rp 3.000.000

Biaya operasional (3 bulan): Rp 12.000.000

Total modal awal yang dibutuhkan bengkel: Rp 72.000.000

Gambaran modal di atas untuk bengkel tidak resmi berskala kecil. Untuk jaringan bengkel sparepart dan juga dealer tentu akan membutuhkan biaya lebih besar.

  •  Return of Investment dan Margin Usaha Bengkel Motor 

Return of Investment atau ROI untuk usaha bengkel motor tergantung pada berapa besar margin atau keuntungan yang diperoleh. Kembali lagi, perhitungan ROI dan margin di bawah ini untuk bengkel tidak resmi.

Pasalnya bengkel waralaba dan resmi biasanya akan menyediakan analisa keuntungan bengkel motor sendiri. Termasuk dengan Return of Investment dan margin yang didapat.

Keuntungan usaha bengkel didapat mulai dari service hingga perawatan. Dengan margin 10%, dan satu kali biaya perawatan kecil sepeda motor Rp 50.000 maka dalam satu tahun modal akan kembali.

Perhitungan di atas dengan estimasi dalam 1 hari bengkel mendapatkan 1 pelanggan perawatan kecil.

 

Tips dan Trik Usaha Bengkel Motor

1. Konsep Jelas

Bengkel juga sebaiknya memiliki konsep. Sehingga pelayanan yang diberikan akan lebih fokus. Misalnya saja bengkel khusus untuk custom, perawatan dan service motor matic, dan sebagainya.

Adanya konsep juga memberikan kesan lebih profesional untuk bengkel tersebut.

2. Tampilan Eksterior dan Interior Menarik

Desain bengkel motor sederhana sekalipun dapat menjadi daya tarik. Terutama di era modern seperti saat ini. Tampilan eksterior sampai interior bengkel bisa menjadi salah satu cara promosi dan menarik pelanggan.

3. Promosi dan Benefit

Promosi dengan cara memberikan benefit akan memastikan pelanggan terus kembali. Seperti memberikan keuntungan untuk driver ojek online yang melakukan perbaikan dan perawatan sepeda motor di bengkel tersebut.

Benefit lain juga bisa diberikan dengan gratis cuci motor setelah 5 kali perawatan, atau diskon-diskon khusus di hari tertentu. Bisa juga melakukan promosi dengan membership yang akan mendapat keuntungan tersendiri.

4. Profesionalitas

Tips dan trik paling penting untuk usaha apapun tentunya profesionalitas. Pastikan mekanik yang dimiliki profesional, ahli, dan juga jujur. Kejujuran sangat penting untuk bengkel demi meningkatkan kepercayaan dan kepuasaan pelanggan.

5. Lakukan After Service

After service saat ini menjadi keunggulan bagi usaha bengkel waralaba. Ini dilakukan dengan meminta feedback dari pelanggan setelah melakukan perawatan dan perbaikan.

Layanan profesional dan terbaik dengan adanya after service akan menjadikan bengkel berbeda dengan lainnya.

6. Harga Bersaing

Tidak selalu harus paling murah. Namun pastikan harga pelayanan sampai sparepart yang diberikan bersaing. Terutama bila dibandingkan kompetitor di daerah yang sama.

7. Kejujuran

Kejujuran bukan hanya penting untuk staff. Melainkan juga dari bengkel itu sendiri. Kejujuran kepada konsumen ini seperti memberikan suku cadang palsu namun dikatakan asli. Hingga meminta perbaikan yang tidak seharusnya di kendaraan.

Mempertahankan kejujuran akan memastikan kredibilitas bengkel pada pelanggan.

Penutup

Nah setelah ulasan usaha bengkel motor di atas, semoga Anda semakin yakin untuk memulai bisnis. Usaha bengkel sepeda motor memberikan banyak sekali keuntungan. Terutama dengan kemungkinan peluang usaha yang luas. Hingga Return of Investment yang tergolong cepat dibandingkan dengan bisnis lain.

Selamat memulai usaha dan semoga sukses dengan bengkel Anda! 

logoblog

Thanks for reading Analisa dan Peluang Usaha Bengkel Motor

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.